Newest Post
// Posted by :akbar yusuf vandim
// On :Kamis, 25 September 2014
Piranha, kapal perang tanpa awak berbahan Nanomaterial
![]() |
Kita sudah sering mendengar atau membaca tentang UAV (Unmanned Aerial
Vehicle), sebutan yang digunakan untuk pesawat yang mampu beroperasi
atau terbang tanpa awak / pilot. Tapi bagaimana dengan USV (Unmanned
Surface Vehicle)? Ini sebutan untuk kendaraan permukaan (tanah dan laut)
yang mampu berjalan atau bergerak tanpa pengemudi.
Zyvex mungkin bisa jadi perusahaan pertama di dunia yang mengembangkan
kapal tanpa awak (USV) dari bahan Nanomaterial. Perusahaan yang
sebenarnya lebih banyak bergerak di bidang nano-teknologi ini telah
mengembangkan kapal militer tanpa awak yang dinamakan Piranha.
Pada November 2011 lalu, Zyvex mengumumkan bahwa kapal USV rancangan
mereka sudah menjadi prototype yang lengkap. Byron Nutley, Vice
President pada divisi Zyvex Marine, mengklaim bahwa Piranha adalah
satu-satunya kapal di dunia yang terbuat dari bahan Nanomaterial. Tapi
apakah Piranha memang sebuah kapal USV yang dilengkapi teknologi
tercanggih, dan apa kapal ini memang dibutuhkan oleh pihak Angkatan
Laut?
Menurut info yang beredar, prototype Kapal USV Piranha masih
jauh dari konsep awal. Kapal ini masih menggunakan Arovex, serat karbon
ringan yang lebih menjanjikan peningkatan efisiensi dibanding bahan
aluminium dan fiberglass. Hasil test prototype menunjukkan bahwa kapal
dengan panjang 54 kaki ini hanya mengkonsumsi 45,4 liter bahan bakar per
jam pada kecepatan jelajah 24 knot (44 km/jam). 75% lebih hemat
dibandingkan kapal konvensional yang masih sekelas yang membutuhkan
konsumsi bahan bakar 189 liter per jam. Artinya, Piranha mampu menempuh
jarak 10 kali lebih jauh dibanding kapal biasa.
Dalam skala prototype yang lebih besar, bagi militer, kendaraan yang
mampu menghemat bahan bakar dalam jumlah besar bisa menjadi keunggulan
strategis yang signifikan. Terlebih untuk operasional militer jarak
jauh. Dalam sebuah pernyataan, Zyvex menyampaikan : "Sejauh ini Angkatan
Laut dan pemasok peralatan lebih memilih membangun USV dengan bahan
dari karet, aluminium, dan fiberglass. Ini memang pilihan yang bagus,
tapi masih kurang. Jika USAF dan RAF dapat mengendalikan pesawat tempur
yang terbang di Afganistan dari sebuah ruangan di Nevada, lalu mengapa
US Navy dan Coast Guard tidak dapat menyelesaikan misi-misi kapal
patrolinya yang sepenuhnya dioperasikan dari jarak jauh?"
Zyvex Marine juga menyampaikan bahwa mereka tidak hanya menawarkan Piranha kepada
pihak Angkatan Laut. Perusahaan ini sudah mengumumkan 2 platform baru
yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari kapal USV Piranha, yaitu
LRV-11 dan LRV-17, yang keduanya akan ditawarkan dalam konfigurasi
berawak dan tanpa awak. Tapi masih belum ada penjelasan tentang bentuk
dan spesifikasi kedua model kapal itu.
Pihak Zyvex menegaskan bahwa kapal ultra-modern akan menjadi era baru
supremasi Angkatan Laut dimana penggunaan kapal konvensional yang
biasanya dalam jumlah besar dinilai terlalu mahal dan juga sudah tidak
diinginkan lagi. Kapal ultra-modern dengan kemampuan gerak yang lebih
cepat dan gesit lebih dibutuhkan untuk mengantisipasi ancaman yang
biasanya datang dari para pembajak, pelarian dan teroris bersenjata.
Mungkin karena alasan ini Zyvex hendak menunjukkan bahwa kapal USV
produksinya akan sangat berperan dalam pengawalan pelayaran dan patrol
jarak jauh. Kapal USV juga dapat digunakan untuk sebuah pengintaian
sebelum meluncurkan rudal Helfire atau torpedo Mark 54.
Zyvex menyampaikan memang banyak misi kendaraan tempur yang masih
membutuhkan campur tangan manusia karena banyak orang yang masih
menginginkan kondisi seperti itu. Tapi konsep kapal USV Piranha lebih
memiliki kecepatan dan kegesitan yang bisa menukar terbuangnya banyak
waktu yang dibutuhkan oleh kapal konvensional untuk bisa secepatnya
menuju tempat yang dibutuhkan.

